Surat
at-Takatsur merupakan surat Makiyah. Kata “at-Takatsur” diambil dari ayat
pertama yang mempunyai arti bermegah-megahan. Ia terdiri dari 8 ayat dan
memiliki beberapa nama selain al-Takatsur yaitu : alhakum (telah
melalaikanmu) atau al-Maqabir (tempat pemakaman).
Surat
ini menggambarkan tentang orang-orang yang suka berlomba-lomba untuk
mengumpulkan harta. Mereka merasa bangga jika harta yang mereka punya melebihi
yang lain. Kecintaan dan kebanggan mereka terhadap harta membuat lupa kepada
Allah dan lingkungan sekitarnya. Bahkan persaingan tersebut terus mereka
lakukan sampai kematian menjemput (dikubur). Hal ini terjadi karena mereka
tidak pernah puas dengan apa yang telah didapatkan. Dahaga mereka baru
terpuaskan jika telah mendapatkan harta dan kedudukan yang tinggi. Meskipun
untuk mencapainya harus menghalalkan segala cara dan menafikan syariat agama.
Ibnu Abu
Hatim meriwayatkan dari Ibnu Buraidah yang berkata, "Ayat ini turun
berkenaan dengan dua kabilah dari golongan Anshar, yaitu Bani Haritsah dan Bain
Harits yang saling membanggakan diri dan merasa lebih. "Apakah pada kalian
ada yang seperti si Fulan dan si Fulan?" Pihak yang satu lagi juga
melakukan hal serupa. Mereka saling membanggakan diri dalam hal orang-orang
yang masih hidup.
Selanjutnya,
mereka saling berkata, "Mari pergi ke pekuburan. Di sana, sambil
menunjuk-nunjuk ke kuburan. Kedua pihak juga saling berkata, "Apakah pada
kalian ada yang sehebat si Fulan dan si Fulan?" Allah lalu menurunkan
ayat, "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam
kubur."
Ibnu Jarir
meriwayatkan dari Ali yang berkata, "Sebelumnya, kami agak ragu terhadap
keberadaan azab kubur hingga turunlah ayat, "Bermegah-megahan telah
melalaikan kamu." sampai ayat 4, kemudian sekali-kali tidak. Kelak kamu
akan mengetahui yang berbicara tentang azab kubur.
Penjelasan
Ayat
Ayat 1 dan 2:
Memberikan
gambaran kepada orang-orang yang beriman bahwa kebanyakan manusia mendambakan
dan membanggakan kemewahan di dunia. Sifat ini akan terus ada hingga kematian
menghampiri mereka dan melupakan mereka pada tujuan hidup yang sebenarnya,
yaitu mengabdikan diri pada Allah swt.
Ayat 3-5:
Sebagai
bantahan bahwa mereka tidak akan mendapatkan apapun dari sikap suka
membangga-banggakan kemewahan dunia maka mereka akan mengetahui balasan dari
perbuatan mereka itu.
Ayat 6-8:
Mereka akan
mendapat balasan, yaitu mereka akan menyaksikan neraka Jahim, mereka akan
merasakan siksaan di dalamnya, dan kemegahan yang dibangga-banggakan di dunia
tidak akan bisa menolongnya lagi.
Semoga
bermanfaat dan kesempurnaan hanyalah milik Allah swt.
*) Dari
berbagai sumber.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar