Rabu, 17 Desember 2014

Asbabul Nuzul (Sebab Turunnya) surat At - Takatstur



            Surat at-Takatsur merupakan surat Makiyah. Kata “at-Takatsur” diambil dari ayat pertama yang mempunyai arti bermegah-megahan. Ia terdiri dari 8 ayat dan memiliki beberapa nama selain al-Takatsur yaitu : alhakum (telah melalaikanmu) atau al-Maqabir (tempat pemakaman).
            Surat ini menggambarkan tentang orang-orang yang suka berlomba-lomba untuk mengumpulkan harta. Mereka merasa bangga jika harta yang mereka punya melebihi yang lain. Kecintaan dan kebanggan mereka terhadap harta membuat lupa kepada Allah dan lingkungan sekitarnya. Bahkan persaingan tersebut terus mereka lakukan sampai kematian menjemput (dikubur). Hal ini terjadi karena mereka tidak pernah puas dengan apa yang telah didapatkan. Dahaga mereka baru terpuaskan jika telah mendapatkan harta dan kedudukan yang tinggi. Meskipun untuk mencapainya harus menghalalkan segala cara dan menafikan syariat agama.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Ibnu Buraidah yang berkata, "Ayat ini turun berkenaan dengan dua kabilah dari golongan Anshar, yaitu Bani Haritsah dan Bain Harits yang saling membanggakan diri dan merasa lebih. "Apakah pada kalian ada yang seperti si Fulan dan si Fulan?" Pihak yang satu lagi juga melakukan hal serupa. Mereka saling membanggakan diri dalam hal orang-orang yang masih hidup.

Selanjutnya, mereka saling berkata, "Mari pergi ke pekuburan. Di sana, sambil menunjuk-nunjuk ke kuburan. Kedua pihak juga saling berkata, "Apakah pada kalian ada yang sehebat si Fulan dan si Fulan?" Allah lalu menurunkan ayat, "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur."

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ali yang berkata, "Sebelumnya, kami agak ragu terhadap keberadaan azab kubur hingga turunlah ayat, "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu." sampai ayat 4, kemudian sekali-kali tidak. Kelak kamu akan mengetahui yang berbicara tentang azab kubur.


Penjelasan Ayat

Ayat 1 dan 2:
Memberikan gambaran kepada orang-orang yang beriman bahwa kebanyakan manusia mendambakan dan membanggakan kemewahan di dunia. Sifat ini akan terus ada hingga kematian menghampiri mereka dan melupakan mereka pada tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu mengabdikan diri pada Allah swt.

Ayat 3-5:
Sebagai bantahan bahwa mereka tidak akan mendapatkan apapun dari sikap suka membangga-banggakan kemewahan dunia maka mereka akan mengetahui balasan dari perbuatan mereka itu.

Ayat 6-8:
Mereka akan mendapat balasan, yaitu mereka akan menyaksikan neraka Jahim, mereka akan merasakan siksaan di dalamnya, dan kemegahan yang dibangga-banggakan di dunia tidak akan bisa menolongnya lagi.

Semoga bermanfaat dan kesempurnaan hanyalah milik Allah swt.

*) Dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar